Postingan

Menampilkan postingan dengan label Politik

Sudah Pasti, Figur Iko Ruponyo Yang Bakal Jadi Presiden Ri 2019

Gambar
INIRUMAHPINTAR - Tidak bisa dipungkiri, semenjak Bapak Jokowi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, ada banyak kemajuan pembangunan yang berlangsung mulai ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Warganet pun setuju bahwa Bapak Jokowi sangat pantas untuk melanjutkan tahta ke periode ke-2, yang akan kembali bergulir dalam Pemilu 2019 mendatang. Hanya saja, tidak sedikit juga yang menganggap bahwa jadwal Bapak Jokowi kurang tepat sasaran. Pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari utang misalnya, justru menambah beban negara, terutama rakyat menengah ke bawah yang harus bekerja ekstra menutupi kewajiban pajak, BPJS, tarif listrik, BBM, Gas Elpiji, Sembako, dan kebutuhan sehari-hari. Lagipula, pembangunan insan yang tidak kalah pentingnya, seharusnya juga menjadi fokus perhatian. Malah jauh lebih penting ketimbang memperbanyak jalan tol. Faktanya, peningkatan kualitas insan ini tampak kurang maksimal. Terlihat dari sejumlah masalah yang menerpa. Umat Islam seakan terpi...

Pungutan Zakat Untuk Asn Muslim? Efektifkah?

Gambar
INIRUMAHPINTAR - Rencana pemerintah melalui Kementerian Agama untuk mengutipt zakat 2,5 Persen pendapatan ASN muslim sungguh menimbulkan polemik yang tak terbendung. Tiada angin dan tiada hujan, pendapatan ASN yang sangat jauh lebih kecil dibandingkan pendapatan anggota dewan perwakilan rakyat dan pejabat negara akan kembali menerima potongan berencana. Walaupun zakat ialah kewajiban bagi setiap muslim yang penghasilannya mencapai nisab, planning ini berpotensi menimbulkan kasus baru. Tidakkah kita menyadari bahwa kondisi ASN atau PNS maupun masyarakat pada umumnya sekarang berada pada situasi yang belum ideal dari segi keuangan. Malah masih banyak yang jauh dari kehidupan layak. Terbukti, daya beli masyarakat yang rendah dan lesu. Apa Penyebabnya? Mari kita hitung-hitungan. Gaji ASN atau PNS yang tidak memperoleh penambahan berarti, penghasilan masyarakat yang tidak seberapa, setiap bulan harus terpotong untuk bayar sejumlah tagihan. Salah satunya ialah tagihan BPJS, yang sesun...

Ini Alasan Mengapa Pemilih Joko Widodo Beralih Mencari Presiden Baru

Gambar
INIRUMAHPINTAR - Tahun 2019 akan segera tiba, artinya tahun pemilu akan terbuka. Rakyat akan kembali merefleksi diri dan kembali menentukan figur terbaik untuk memimpin Indonesia ke arah lebih baik. Apakah Bapak Joko Widodo atau yang lebih dikenal sebagai Bapak Jokowi akan kembali terpilih dan melanjutkan tahta 2 periode ataukah akan tergantikan oleh figur baru? Tentu saja hal tersebut sangat bergantung sejauh mana prestasi Bapak Jokowi kini dan komitmennya menepati akad pemilu terdahulu. Rakyat dapat melihat dan mencicipi sendiri implikasi dari kebijakan-kebijakan Bapak Jokowi bukan? Dan bukan isapan jempol, ada sejumlah visi misi dan akad Bapak Jokowi yang justru bertolak belakang dan justru jauh dari janji-janji terdahulu. Salah satu misalnya yaitu akad untuk menambah angka lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia hingga 10 juta, tetapi faktanya justru Bapak Jokowi membuka lebar-lebar dan mempermudah tenaga kerja abnormal untuk bekerja di Indonesia kemudian memberinya penghasi...

Sebut Kitab Suci Itu Fiksi, Haruskah Kita Murka Pada Rocky Gerung?

Gambar
INIRUMAHPINTAR - Andaikan kitab suci yang dimaksud Rocky Gerung (RG) itu AlQur'an, yang nyatanya belum tentu, mesti dikonfirmasi terlebih dahulu, salahkah ia menyebut kata "fiksi" itu. Haruskah kita marah? Coba kita renungkan goresan pena ini dulu wahai sobat-sobatku. Saya awali dengan pertanyaan, fiksi itu ciptaan siapa? Fiksi itu dari mana? Kalau kita yakin bahwa Yang Mahakuasa maha Pencipta, maka fiksi itu termasuk ciptaan Allah. Lalu siapa yg mengutarakan definisi fiksi? Jika rajin membaca tentu kita paham bahwa banyak andal mengutarakan definisi yang berlainan. Yang mana kita pahami dan mau ambil sebagai tumpuan tergantung langsung masing masing. Yang lebih suka mengartikan fiksi itu dengan fiktif maka ia gak akan nyampe pada maksud RG. Justru ia akan sesat dan salah prasangka alasannya definisinya sendiri. RG terang menciptakan limitation bahwa fiksi bukan fiktif, fiksi mengaktifkan imajinasi. Apakah bahasa AlQur'an dapat mengaktifkan imajinasi? ...